Untuk Kesekian Kali
Satu. Awalnya aku
mengira membuatku kecewa adalah ke tidaksengajaanmu saja. Aku tidak mengambil
hati, lalu ku biarkan berlalu. Dua. Aku tidak percaya akan opini negatif yang
timbul di otakku. Mungkin kamu tidak bermaksud begitu, pikirku. Dan ku biarkan
berlalu. Tiga. Aku masih bisa tersenyum. Menikmati sakitku yang aku anggap
hanya kesalahan biasa. Atau aku yang mempunyai salah padamu. Empat. Aku mulai
menitikkan air mata. Sedih, tentu saja. Hanya tidak percaya orang baik
sepertimu mampu memecahkan hatiku. Lima. Aku mulai terbiasa dengan
perlakuan-perlakuan mu; menyakitiku. Dan untuk kesekian kali, aku membiarkannya
berlalu. Dan pada angka-angka berikutnya.... air mataku semakin deras. Degup
jantungku tak beraturan setiap kali aku terisak. Aku yang tulus, dibalasmu
dengan berkali-kali kesakitan. Kau terbangkan aku tinggi sekali dan tiba-tiba
kamu mendorongku. Aku terjerembab. Lebamnya seluruh hatiku tidak kau pedulikan.
Dan sampai saat ini pun aku masih bisa tersenyum didepanmu.
Purwokerto,
Oktober 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.