Minggu, 13 Oktober 2013

Untuk Kesekian Kali


Untuk Kesekian Kali

Satu. Awalnya aku mengira membuatku kecewa adalah ke tidaksengajaanmu saja. Aku tidak mengambil hati, lalu ku biarkan berlalu. Dua. Aku tidak percaya akan opini negatif yang timbul di otakku. Mungkin kamu tidak bermaksud begitu, pikirku. Dan ku biarkan berlalu. Tiga. Aku masih bisa tersenyum. Menikmati sakitku yang aku anggap hanya kesalahan biasa. Atau aku yang mempunyai salah padamu. Empat. Aku mulai menitikkan air mata. Sedih, tentu saja. Hanya tidak percaya orang baik sepertimu mampu memecahkan hatiku. Lima. Aku mulai terbiasa dengan perlakuan-perlakuan mu; menyakitiku. Dan untuk kesekian kali, aku membiarkannya berlalu. Dan pada angka-angka berikutnya.... air mataku semakin deras. Degup jantungku tak beraturan setiap kali aku terisak. Aku yang tulus, dibalasmu dengan berkali-kali kesakitan. Kau terbangkan aku tinggi sekali dan tiba-tiba kamu mendorongku. Aku terjerembab. Lebamnya seluruh hatiku tidak kau pedulikan. Dan sampai saat ini pun aku masih bisa tersenyum didepanmu.

 Purwokerto, Oktober 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.