Cerita Akhir Untuk Pembawa Bahagia
Demi Tuhan aku
mencintaimu dengan segenap rasa yang ada, rasa yang telah lama hinggap tanpa
ampun, rasa yang terkadang membuatku terkulai tak berdaya. Kamu yang aku cipta,
yang bersayap, yang paling baik diantara lainnya, yang paling membuatku pasrah
pada setiap sungging senyummu. Terimakasih atas kesempatan yang pernah kau
berikan pada masa sebelum ini, masa sebelum akhirnya aku duduk termenung
menatap kosong pada bingkai foto tempat kau berada. Apa yang terjadi diantara
aku dan kau tidaklah sebanding dengan apa yang pernah kau beri untukku;
bahagia. Itu sudah cukup. Sangat cukup. Sehingga rasa sakitku adalah sejumput
kecil rasa untuk mewarnai kita yang pernah tercipta bersama bahagia.
Purwokerto, Oktober 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.