Bukan Aku
Di jingga yang mulai meluruh ini Sayang, ada beberapa
bulir tertinggal setelah hujan. Di pelupuk mataku. Betapa sesungguhnya hanya
kau yang aku punya, yang paling aku cinta. Telah kubiarkan diriku jatuh dalam
lautan beku hatimu. Membeku disana, beranjakpun aku tak bisa. Mengertilah
Sayang, tak ada yang seberharga dirimu dalam hatiku. Kau ambil segala cinta
yang aku punya membiarkannya mengambang di langit-langit. Habis sudah seluruh
cintaku. Bagaimana bisa aku pergi jika cintaku masih kau tanggalkan diatas
sana?
Masih saja jantungku berdegup kencang ketika kau menjadi
topik utama dalam setiap kalimat yang aku rangkai. Kau adalah pangkal dari
segala-galanya. Dan aku ingin menjadikanmu rumah untukku kembali pulang. Namun
apa daya, biarlah aku seperti ini yang hanya mampu menatap punggungmu...
dan genggaman tanganmu...
bersama yang bukan aku...
Purwokerto, Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.