Senin, 24 Maret 2014

Bukan Aku


            Bukan Aku

Di jingga yang mulai meluruh ini Sayang, ada beberapa bulir tertinggal setelah hujan. Di pelupuk mataku. Betapa sesungguhnya hanya kau yang aku punya, yang paling aku cinta. Telah kubiarkan diriku jatuh dalam lautan beku hatimu. Membeku disana, beranjakpun aku tak bisa. Mengertilah Sayang, tak ada yang seberharga dirimu dalam hatiku. Kau ambil segala cinta yang aku punya membiarkannya mengambang di langit-langit. Habis sudah seluruh cintaku. Bagaimana bisa aku pergi jika cintaku masih kau tanggalkan diatas sana?
            Masih saja  jantungku berdegup kencang ketika kau menjadi topik utama dalam setiap kalimat yang aku rangkai. Kau adalah pangkal dari segala-galanya. Dan aku ingin menjadikanmu rumah untukku kembali pulang. Namun apa daya, biarlah aku seperti ini yang hanya mampu menatap punggungmu...
            dan genggaman tanganmu...



            bersama yang bukan aku...


                                                                                                            Purwokerto, Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.