Minggu, 30 Maret 2014

Surat Untuk Mantan


31 Maret 2014

Surat Untuk Mantan


Hai, senang berjumpa lagi denganmu.
Sudah lama juga ternyata ketika perpisahan itu harus menjadi jalan satu-satunya dan terbaik untuk aku dan kamu. Tiga tahun yang berat tanpamu, ketika pada awal perpisahan kita, ada aku yang sering menangisi kepergianmu. Dan mungkin sampai saat ini aku masih belum bisa begitu saja melenyapkanmu dari pandangan serta hatiku. Kamu masih setia bergeming disana. Diantara sujud dan tangisku. Jika boleh aku memutar lagi kenangan lama, masih ingatkah kamu ketika kita menangis bersama pada saat kamu akan berangkat ke kota lain untuk mewujudkan impianmu? Tak pernah terbayang olehku harus menjalani hubungan yang terpisah jarak. Kamu bilang “jarak hanya persoal angka, Sayang” sambil membelai rambutku. Dan betapa aku ingin mengabadikan momen itu. Pada saat itu aku masih terus berpegang teguh pada kata-katamu. Menghilangkan rindu yang semakin lama semakin berkecamuk, aku telah terbiasa bersamamu. Ternyata, ada kamu yang terlebih dahulu menyerah dengan keadaan. Tidak sanggup lagi, katamu. Masih dengan tangis yang pecah, kamu mengakui bahwa telah ada penggantiku disana. Yang lebih mampu memberikanmu segalanya. Yang paling dekat denganmu ketika kau meminta bantuan. Sementara aku disini sendiri. Masih ingatkah kamu pembicaraan di telepon kita aku menangis tersedu-sedu, menangisimu yang dengan santai meninggalkanku. Tidak ada yang memelukku saat itu, aku hancur! Yang aku mampu lakukan saat itu hanyalah meyakini bahwa itu semua hanya mimpi. Namun ternyata aku salah. Dan masih saja aku mengejar bayangmu, merindukan sosokmu, membayangkan jika aku dan kamu masih bersama. Bagaimana bisa dirimu sangat sulit aku lenyapkan, padahal kamu telah berulang kali menyakiti aku. Sampai saat ini, kamu masih aku rindu-rindukan.
Senang berjumpa lagi denganmu, dalam setiap rangkaian kalimatku. Senang berjumpa lagi denganmu, ketika hujan hari ini membawaku kembali dalam memori indah tentangmu. Senang berjumpa lagi denganmu, ketika mimpi-mimpi bersamamu masih terus hidup dalam ingatanku.
Semoga kelak, aku mampu berhenti menangisimu, berhenti memimpikanmu, berhenti berimajinasi tentang aku dan kamu. Semoga kelak, aku menemukan penggantimu, yang mampu mencintaiku sebagaimana aku mencintainya. Dan aku doakan dirimu bahagia dibawah perlindungan-Nya.
***

Tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #suratuntukruth novel Bernard Batubara.

Senin, 24 Maret 2014

Bukan Aku


            Bukan Aku

Di jingga yang mulai meluruh ini Sayang, ada beberapa bulir tertinggal setelah hujan. Di pelupuk mataku. Betapa sesungguhnya hanya kau yang aku punya, yang paling aku cinta. Telah kubiarkan diriku jatuh dalam lautan beku hatimu. Membeku disana, beranjakpun aku tak bisa. Mengertilah Sayang, tak ada yang seberharga dirimu dalam hatiku. Kau ambil segala cinta yang aku punya membiarkannya mengambang di langit-langit. Habis sudah seluruh cintaku. Bagaimana bisa aku pergi jika cintaku masih kau tanggalkan diatas sana?
            Masih saja  jantungku berdegup kencang ketika kau menjadi topik utama dalam setiap kalimat yang aku rangkai. Kau adalah pangkal dari segala-galanya. Dan aku ingin menjadikanmu rumah untukku kembali pulang. Namun apa daya, biarlah aku seperti ini yang hanya mampu menatap punggungmu...
            dan genggaman tanganmu...



            bersama yang bukan aku...


                                                                                                            Purwokerto, Maret 2014

In.12.Al


In.12.Al

Kau selalu memburu di setiap mimpi dan nyataku. Entah mengapa begini, entah sudah berapa lama. Masih saja ada aku yang memandangi punggungmu perlahan menjauh. Detik berlalu, kau semakin sulit untuk ku rengkuh. Bayangmu semakin sulit untuk ku raih. Perpisahan memang kejam, Sayang. Setidaknya untukku. Ia sudah diujung mata, diujung tautan cintaku padamu yang sebentar lagi akan kupotong, atau kubakar agar tak bersisa. Dan pada saat perpisahan tiba, satu pelukmu lah yang sangat aku inginkan. Agar selalu aku kenang selama ingatan.


Purwokerto, 16 Maret 2014