FRAGMEN HATI
Malamku mencekam,
angin mempererat pelukannya padaku. Menggelitik tajam di setiap jengkal
tubuhku. Aku mengingatmu dalam rasa sakit karena dingin malam itu. Rasa hangat
perlahan menyelimuti saat bayangmu melintas dalam benakku dan aku coba peluk
erat. Terkadang pelukmu terlepas, dengan tertatih aku coba membawamu kembali
dalam pelukku. Tetes demi tetes air mata mengalir di ujung pelupuk mataku,
tidak ku pedulikan malam yang dengan sadis memperhatikanku dan terbahak. Aku tersedak
rindu dan ditamparlah aku oleh kenyataan bahwa kamu tidak akan pernah
mencintaiku. Demi kamu yang berulang kali mengabaikanku, mengacuhkanku,
membanting keras hatiku hingga terbelah menjadi serpihan kecil, aku akan
berusaha memungut kembali serpihan itu dan akan aku beri utuh, untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.