Dikejar Waktu
Kamu
terengah-engah saat waktu
berusaha menghimpitmu. Berlarilah kamu dalam harap, agar waktu berhenti sejenak. Kamu tidak
sadar bahwa dunia selalu
berevolusi. Jika tidak, hancurlah dunia ini dalam hitungan detik.
Peluh ikut menetes seiring
kencangnya kamu berlari. Menyadari kesalahan saat waktu telah murka untuk
setiap kesempatan yang kamu buang sia-sia. Kamu masih terlalu egois untuk
mengaku kalah.
"Berlarilah terus kau orang tamak!" waktu menertawaimu.
Kamu terus berlari, tidak memperdulikan apapun. Hingga akhirnya kamu tersandung bebatuan, terhuyung, dan jatuh.
"Berlarilah terus kau orang tamak!" waktu menertawaimu.
Kamu terus berlari, tidak memperdulikan apapun. Hingga akhirnya kamu tersandung bebatuan, terhuyung, dan jatuh.
Pada
saat itu barulah kamu mengakui,
"Aku kalah" katamu
Dan waktu berhenti mengejarmu. Ia telah melakukan tugasnya. Kembalilah ia berjalan dengan semestinya seiring dengan tangismu yang pecah untuk menyesali yang telah terjadi.
"Aku kalah" katamu
Dan waktu berhenti mengejarmu. Ia telah melakukan tugasnya. Kembalilah ia berjalan dengan semestinya seiring dengan tangismu yang pecah untuk menyesali yang telah terjadi.
Purwokerto, September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.