Mencintaimu Tanpa Jeda;
@numfdh dan Arvian
Yudhistira; Tuhan bersama setiap langkah kalian.
Siapa yang
menyangka jadi seperti ini, Sayang? Dari pemberian kecilmu pagi itu. Bagiku itu
berharga, entah mengapa. Kita telah mengarungi waktu, membuka pribadi aku dan
kamu untuk saling menerima apapun kekurangannya. Kamu menerimaku sebagaimana
aku. Begitu pula aku menerimamu sebagaimana drimu. Ada rasa bahagia yang tak
tergambarkan saat melihatmu melintas di depanku dengan senyummu itu. Ada pula tangis
yang meledak saat cemburu mengusik hati. Sayang, jika boleh aku berkata jujur.
Aku teramat takut kehilanganmu, aku ingin memelukmu tanpa aku lepas lagi.
Sungguh, dirimu teramat berarti. Aku pernah dicampakkan oleh masa laluku—kau tahu
sendiri. Dan dengan jalannya, dengan alur yang telah Tuhan berikan kepadaku.
Ada kamu yang berhasil membalut semua lukaku. Memberinya penawar yang paling
ampuh mengusir rasa kecewaku. Sayang, aku ingin terus bersamamu, mengenggam
erat tanganmu dan menikmati senja yang tak pernah kelam. Aku ingin bersamamu
menyusuri pantai, bermain dengan ombak yang menggelitik kakiku dan kakimu.
Tertawa puas,
tanpa pernah
takut kehilanganmu lagi.
Purwokerto, Desember 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.