Kau Dan Arogansimu
Sayang,
ternyata waktu dan perjuanganku tidak lagi kamu hargai, bukan? Lalu aku harus
bagaimana lagi? Lelah memaksaku menyerah. Namun disisi lain, hati menghendaki
terus memperjuangkanmu.
Apa yang kau
cari-cari selama ini, Sayang? Semua yang aku beri tidaklah cukup? Katakan saja
apa maumu, aku akan turuti. Kalau saja aku mampu pergi darimu, aku tidak akan
seperti ini. Menjadi penggembala yang menurutimu apapun. Saat aku ingin
beranjak, tubuhku seperti terpaku ditempat. Aku tidak mampu. Ternyata
meninggalkanmu bukan perkara yang mudah.
Sedikit saja,
aku ingin dihargai olehmu. Atau kalau kau tetap tidak bisa. Lepaskan aku.
Jangan selalu memandangku dengan tatapanmu yang sedih itu, tatapan seorang
bocah yang tak ingin ditinggal sendirian. Bagaimana kau bisa seegois itu? Kau
tak menginginkan aku pergi, namun keberadaankupun tak pernah kamu hargai.
Kau pikir aku
ini apa?
Kau pikir kau
itu siapa?
Purwokerto,
Desember 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.