Kamis, 05 Desember 2013

Kau Dan Arogansimu


 Kau Dan Arogansimu


Sayang, ternyata waktu dan perjuanganku tidak lagi kamu hargai, bukan? Lalu aku harus bagaimana lagi? Lelah memaksaku menyerah. Namun disisi lain, hati menghendaki terus memperjuangkanmu.

Apa yang kau cari-cari selama ini, Sayang? Semua yang aku beri tidaklah cukup? Katakan saja apa maumu, aku akan turuti. Kalau saja aku mampu pergi darimu, aku tidak akan seperti ini. Menjadi penggembala yang menurutimu apapun. Saat aku ingin beranjak, tubuhku seperti terpaku ditempat. Aku tidak mampu. Ternyata meninggalkanmu bukan perkara yang mudah.

Sedikit saja, aku ingin dihargai olehmu. Atau kalau kau tetap tidak bisa. Lepaskan aku. Jangan selalu memandangku dengan tatapanmu yang sedih itu, tatapan seorang bocah yang tak ingin ditinggal sendirian. Bagaimana kau bisa seegois itu? Kau tak menginginkan aku pergi, namun keberadaankupun tak pernah kamu hargai.

Kau pikir aku ini apa?


Kau pikir kau itu siapa?



Purwokerto, Desember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.