Pada Masa yang Terhempas
Indah itu jatuh bukan karena kita. Kita hanya sedang berusaha menapaki jalan untuk akhirnya bertemu. Apapun yang aku lakukan dan kau dulu itu sudah cukup. Sebelum pada masa selanjutnya ada kau yang memilih untuk berhenti menapak. Aku berusaha menapak jalan sendiri yang ternyata semu. Lalu aku terhempas pada waktu yang berjalan sangat lambat, menertawai kesendirianku tanpamu. Indah itu jatuh bukan karena kita, tapi karena kau yang ingin untuk berhenti dan memilih singgah di tempat yang menurutmu nyaman. Perihku sedang bersandiwara untuk tersenyum. Merasa tidak apa-apa dengan sesuatu yang telah terjadi. Sementara senyumku sepertinya lupa terbawa olehmu. Jika sempat, maukah kau kembalikan apa yang seharusnya ada padaku?
Purwokerto, Agustus 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.