In.12.Al
Kau selalu memburu di setiap mimpi dan nyataku. Entah mengapa begini, entah
sudah berapa lama. Masih saja ada aku yang memandangi punggungmu perlahan
menjauh. Detik berlalu, kau semakin sulit untuk ku rengkuh. Bayangmu semakin
sulit untuk ku raih. Perpisahan memang kejam, Sayang. Setidaknya untukku. Ia
sudah diujung mata, diujung tautan cintaku padamu yang sebentar lagi akan
kupotong, atau kubakar agar tak bersisa. Dan pada saat perpisahan tiba, satu
pelukmu lah yang sangat aku inginkan. Agar selalu aku kenang selama ingatan.
Purwokerto, 16 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.