Untaian Pengantar Isyarat;
-
Sudah, aku
cukup butuh kamu saja. Menunggumu berbisik “aku sayang kamu” Demi Tuhan. Hanya
itu saja yang aku inginkan.
Aku pernah
tergila-gila padamu, mencintaimu walau hanya dalam sebatas pandang. Dahulu.
Karena sesudahnya ada kamu yang tergila-gila dengan seorang wanita. Aku tahu
betul, kamu mencintainya hingga hampir gila. Korbankan segalanya. Dan pada
akhirnya, kamu juga yang memutuskan dia, sepihak. Aku hampir nelangsa.
Aku tahu
betapa ngilu hati yang telah mencintai hingga batas kewajaran diri namun tak
pernah kunjung terbalas. Seperti ini, sekarang.
Aku
mencintaimu tapa perlu kamu tanyakan alasannya. Meskipun sekarang kamu tidak
menyadari. Aku masih percaya pada kekuatan cinta. Lihat saja kedua mataku tanpa
perlu kamu bertanya. Dekap erat saja tubuhku. Dan betapa air mata tumpah
diantara pelukan kita. Aku mencintaimu tanpa perlu kamu tahu. Aku cukup bahagia
dengan kebersamaanmu tanpa ada jeda. Tanpa perlu takut untuk kehilangan; karena
kita tak saling memiliki. Aku bahagia hanya dengan memandangmu. Mendengar tawa
renyahmu atau langkah kakimu yang selalu aku harapkan untuk datang
menghampiriku, sejauh apapun aku.
Maka, kamu
adalah mimpi sekaligus cita-citaku. Merajut harapan agar terwujud semua. Tanpa
jeda, aku ingin selalu bersamamu.
Purwokerto,
November 2013
bagus koh
BalasHapusThanks for u'r visited. Hope u'll enjoy my poems :D
BalasHapus