Telah Aku Usaikan Rindu Untukmu Semalam
Terkadang, aku
tidak mengerti bagaimana cara melupakanmu jika setiap udara yang aku hembus
adalah kamu. Yang aku ingin lakukan adalah melupakanmu tanpa membuatku mati.
Bagaimana? Aku belum mampu, sepertinya.
Aku diam
karena sebenarnya aku tidak ingin terlalu jauh mencintaimu, Sayang. Sebagaimana
yang ingin aku lakukan. Maka berdiam diantara kerumunan orang membuatku merasa
sedikit baik, tanpa perlu kamu bertanya “Apakah kamu baik-baik saja?”
Untuk
bahagiamu, apapun itu. Akan aku lakukan. Memberi yang kamu butuhkan—entah itu
cinta, sayang dan kasih. Mengorbankan yang aku milikki—waktu, air mata.
Rindu
memojokkan diriku di ruangan 2x3 ini. Membuatku tersedak. Aku merasa sepi. Dan
dingin ini menyeruak masuk melalui celah pori-pori di kulitku dan membuatku
merasa ngilu. Aku sangat merindukanmu.
Usahaku
sia-sia. Sedari dulu, aku tak pernah berhasil menggapaimu. Entah apa yang
salah; atau semesta tak menghendaki aku bersamamu?
Selanjutnya,
yang akan aku lakukan adalah merelakanmu, melepaskanmu. Karena yang terpenting
dari semua rasa yang aku milikki adalah bahagiamu. Rindu akan aku usaikan.
Purwokerto, November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.