Sabtu, 09 November 2013

Lantas, Aku Harus Bagaimana?


Lantas, Aku Harus Bagaimana?


Perlahan, ranting hatiku mulai berguguran tertiup angin. Di bawah semburat senja aku selalu membayangkanmu disini, menemaniku dengan secangkir kopi. Aku salah, ternyata. Bukan aku yang kamu ingini untuk ada menemani kosongmu, bukan. Bukan aku. Aku yang terlalu banyak memohon barangkali. Mungkin kamu tak tahu saat tangan ini menengadah dan bulir air mata ini turun perlahan. Ya, kamu tidak tahu. Eksistensiku terabaikan olehmu.

Haruskah aku terus perjuangkanmu. Sementara aku tahu ini semua telah sia-sia. Atau masihkah ada sekelumit harapan, untukku?

Aku mencintaimu, tanpa orang lain tahu. Tanpa perduli bagaimana lara hatiku dengan semua perlakuanmu.

Untukmu yang tak pernah peduli; aku mendamba hadirmu di setiap detik yang terlewat ataupun yang akan datang.

Lantas, aku harus bagaimana?



Purwokerto, November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak, agar aku dapat selalu mengingatmu.